marque
Kamis, 18 Desember 2014
...SemoGa...
Minggu, 30 November 2014
Selamat Datang Desember
Hari pertama pada bulan desember diawali dengan hujan lebat, bagi warga Manado, pertanda natal semakin dekat, namun sebagian juga merasa was-was karena pengalaman yang terjadi awal tahun ini...suatu tragedi kemanusiaan kali pertama terjadi di kota Manado...banjir bandang...yang menelan korban jiwa dan harta benda tidak sedikit.
Saya juga ikut merasakan duka dan kesedihan yang dialami para warga kota Manado, sekalipun tidak turut merasakan apalagi mengalami. Awal Oktober lalu saya kembali menginjakkan kaki di Manado dalam rangka kegiatan seminar sehari yang digagas oleh para alumnus Politeknik jurusan Teknik Sipil, hebat, itu kata pertama dalam batin, mengingat peristiwa tersebut yang tak menyisakan bekas, seakan bencana itu tak pernah ada, suatu pemulihan yang luar biasa...
Sebulan berjalan, muncul kekhawatiran dalam hati saya, akankah ini terulang lagi? Tidak! kata saya membatin, namun hari demi hari kekhawatiran itu semakin menjadi, hal ini bukan tanpa alasan, dengan kegiatan yang saya lakukan bersama beberapa teman membuat saya sering berkeliling sekitar kota Manado, dan hal inilah yang menjadikan kekhawatiran itu semakin menjadi, hampir setiap hari saya bersama rekan-rekan melakukan kegiatan di kota Manado, namun tidak pernah saya melihat petugas kebersihan yang membersihkan saluran air, baik itu saluran terbuka maupun (apalagi) tertutup, hal ini menunjukkan ketidaksiapan dalam menghadapi musim penghujan yang semakin intens memasuki bulan Desember...semoga kekhawatiran saya hanyalah sebuah kata yang mempunyai awalan dan akhiran...
Sabtu, 22 November 2014
Fasilitas "tidak" Umum
Instalasi Gawat Darurat Bagian Layanan Umum RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou yng dikenal dengan istilah IGD BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, menempati gedung yang masih berumur sekitar 2 tahun. Gedung yang didirikan sesuai fasiltas standar untuk mendukung kinerja para medis dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka dalam melayani setiap pasien yang membutuhkan pelayanan prima.
Namun sangat diasayangkan, gedung yang masih tergolong baru, hanya menyisakan fasad bangunan berlantai 5 yang masih baru dan berdiri kokoh, sementara utilitas yang berfungsi sebagai penunjang utama dalam pelayanan terhadap pasien justru banyak yang mal fungsi, demikian juga halnya dengan asesori bangunan yang lain, seperti pegangan pintu yg lepas, keran yang rusak, toilet shower juga banyak yang rusak, jaringan air yang kadang mampet karena masuknya benda padat dalam jaringan air bersih, pemasangan pipa kondensasi AC yang terlihat kurang rapih, vertical blind pada ruang rawat inap banyak yang tidak berfungsi, malah rusak, belum lagi masalah rembesan air saat hujan yang masuk ke ruang rawat inap melalui ornamen eksterior bangunan yang dipasang tidak sempurna.
Banyak hal tentang fasilitas gedung yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawab pihak Rumah Sakit namun sekarang menjadi bagian dari cercaan para pasien dan keluarga pasien.
Terlepas dari berbagai dugaan penyimpangan yang sudah pasti terjadi melihat hasil dari kinerja gedung, kita, masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Manado dan sekitarnya, patut bersyukur telah mendapat gedung sebagai sarana penunjang dibidang kesehatan...
Semoga dengan slogan "Revolusi Mental" kita bisa lebih baik kedepan dalam penyediaan sarana dan pelaksanaan layanan masyarakat yang maksimum.
Kamis, 10 Juli 2014
Danau Sentani : Antara Lingkungan Hidup dan Pariwisata
2. Iklim
3. Curah Hujan
4. Hidrologi
Festival Sentani
Penginapan di Sentani
Dari Indonesia bagian barat, Anda bisa naik pesawat menuju Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. Dari Makassar dilanjutkan menuju Bandara Sentani yang terletak di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Maskapai yang melayani rute Makassar (Bandara Sultan Hasanuddin) – Jayapura (Bandara Sentani) adalah Garuda Indonesia, Lion Air, Merpati, Batavia Air,dan Sriwijaya Air. Penerbangan rute tersebut tersedia setiap hari. Harga tiket tergantung pada bulan musim liburan dan biasanya berkisar satu juta rupiah.
Agenda Festival Sentani
Jumat, 30 Mei 2014
Unforgetable Story
| Perjalanan Ke Boven Digoel |
